Berburu kuliner di Bantul

Hai gaes apakabar … ???

Jumpa lagi dengan tulisan saya, kali ini saya ingin sedikit mengupas tentang kuliner di Bantul yang ternyata banyak ragam nya mulai dari jajanan biasa sampai makanan yang luar biasa.

Jika kalian dulu pernah main ke Bantul mungkin kalian akan heran melihat perubahan wilayahnya khususnya sekarang dimana setiap desa berlomba lomba memunculkan kuliner khas daerah tersebut sehingga setiap desa mempunyai branded kuliner sendiri sendiri, keren kan gaes.. !!!

Ada desa yang khusus menyediakan kuliner olahan daging kambing, ada juga yang khusus menyediakan olahan daging ayam, nah kali ini saya ingin mencoba olahan daging ayam. Untuk itu saya harus pergi ke desa Kalakijo, suatu desa yang rata rata berbisnis kuliner  dengan masakan yang sangat khas yaitu ayam ingkung.

Ada banyak tempat disana yang menawarkan kuliner ayam ingkung, setelah pilih pilih saya menemukan satu tempat yang representatif banget buat memanjakan lidah dan perut gaes, namanya “Ingkung Kuali”. Gaes tahu gak apa arti ingkung? kata ingkung berasal dari kata “ing” (ingsun, saya) dan “kung” (manekung, berdoa) sehingga ingkung merupakan perwujudan sikap sungguh sungguh memohon dan berdoa dengan khidmat.

Ingkung Kuali didirikan secara gotong royong oleh segenap warga Kalakijo dan mendapat dukungan dari Hoshizora Foundation yang mengedepankan prinsip prinsip pemberdayaan masyarakat. seluruh pegawainya merupakan warga asli Kalakijo dan keuntungannya dikembalikan lagi ke masyarakat untuk pendidikan anak anak yang kurang mampu. wooow … kereen banget gaess … !!!!

Ada banyak paket yang ditawarkan gaess tinggal kita pilih sesuai dengan apa yang kita butuhkan, mulai dari paket gathering sampai paket nasi box dengan harga yang sesuai dengan kantong kita gaess.

ini gaess peta lokasinya

peta-ingkung-kuali

Nah setelah pilih pilih akhirnya saya pesan ayam ingkung santan, urap daun pepaya, sambal yang pedas dan minumnya gaess yang super duper seger Es Kelapa Muda dengan gula jawa sebagai pemanisnya … hmmm … kebayang kan gaes betapa nikmatnya.

ingkung-kuali

es-kelapa-muda

urap-daun-pepaya

Sekarang saatnya menyantap ayam ingkung santan, rasanya gurih gurih enak gaess, bumbunya meresap ke daging ayamnya yang lembut bikin kita gamau berhenti mencicipi ayam nya gaess, juga urap daun pepayanya lezat banget gak terasa pahit gaess … cucookk !!!

Gak terasa sampai keringat mulai mengalir membasahi kaos hingga buru buru minum es kelapanya .. hmmm … makyuss banget gaess serasa disiram air es dah gitu kelapa muda nya kenyal kenyal gimana gitu dan manisnya pas banget jadi gak bikin enek.

Oiya gaess soal harga relatif ya, buatku sih harganya gak mahal artinya sesuai dengan rasa serta suasana nya yang sangat representatif banget buat kita isi perut pas lapar.

Ok gaess sampai disini dulu ya, smoga kalian juga berkesempatan mencoba makanan di Ingkung Kuali, amin

Jangan bosan mampir ke blog saya dan baca artikel yang lainya ya gaess … see u byee ..

KA Malioboro Ekspres

Kali ini saya mengunjungi kota Jogja dengan cara berbeda dari biasanya gaes, saya coba menggunakan transportasi kereta api Malioboro Ekspres Eksekutif yang menurut kabar fasilitasnya tidak beda jauh dengan pesawat terbang.

Seperti biasa saya selalu berangkat lebih awal supaya tidak terburu buru dan bisa santai ngopi dulu biar gak spaneng gaes … hehehe … 

Tepat pukul 07.30 saya tiba di stasiun Kotabaru Malang, stasiun kebanggaan arek Malang sementara sesuai jadwal kereta berangkat pukul 08.25, masih ada waktu untuk santai sejenak sambil ngopi di depot sebelah selatan stasiun.

Tepat pukul 08.15 saya antri masuk didahului dengan pemeriksaan tiket yang dicocokkan dengan KTP, setelah masuk stasiun saya berjalan menuju gerbong KA untuk mencari tempat duduk yang sesuai dengan bording pass. Begitu masuk gerbong eksekutif … Wow … ternyata benar apa yang saya.dengar selama ini gaes ruangan gerbong nya berkelas banget, tempat duduk dengan sandaran yang bisa direbahkan cocok untuk tidur saat kita ngantuk gaes apalagi ada bantal kecilnya yang bisa dipeluk saat kita tidur gaes hehehe…

Satu.lagi yang bikin kita nyaman yaitu jarak tempat duduknya cukup lebar sehingga kaki bisa.leluasa bergerak apalagi dilengkapi dengan pijakan kaki. Ruangannya ber ac sayangnya kurang dingin tapi lumayan juga gaes klo dibanding dengan yang tidak.pakai ac.

Ada lagi gaes fasilitas yang bikin kita nyama yaitu bagasi barang cukup luas sehingga barang bawaan kita bisa ditaruh dibagasi tanpa takut penuh.

Ceritanya kereta sudah berangkat nih gaes sambil rebahan diselimuti udara yang agak dingin saya tak lupa bermain hp, biasa gaes ngeksis dulu disosmed biar gaul gitu hehehe, saking asiknya sampai gak sadar kalo baterey hp mulai nipis. Saya cari cari colokan  eehh ternyata ada dibawah tempat minum jumlahnya dua lagi … mantap gaes, langsung aja hp ku charge, emang cocok banget ni kereta dengan fasilitasnya.

Oh iya gaes untuk masalah makan gimana? Tenang gaes gak usah bingung masalah makan dan minum ternyata ada restorannya gaes dan jika waktu sudah mendekati jam makan maka ada pramugari KA yang menawarkan makanan, untuk masalah harga tentu lebih mahal jika dibandingkan dengan warteg langganan kita. Saya tidak makan karena sudah bawah bekal, saya hanya pesan kopi hitam dengan sesikit gula gaes, maklum kalo gak ngopi gak cerdas katanya hehehe, harga kopinya hanya 8k. Saya agak kecewa sih saat di restoran bukan karena harga kopinya tapi disitupun kita tidak boleh merokok !!! Kalian tentu bisa membayangkan saat kita ngopi pasti juga sambil merokok iya kan. Aah sudalah.

Tak terasa hampir 8 jam gaes perjalanan ini akhirnya sampai si Jogjakarta, Alhamdulillah semuanya lancar.

Oh iya gaes ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi saat naik kereta Malioboro Ekspres Eksekutif ini, yaitu:

  • Kereta ini tidak menyediakan smoking area walaupun direstoran, jika kita kedapatan merokok.maka kita bakal diturunkan.distasiun terdekat.gaes
  • Fasilitas TV sama.sekali tidak.menyala sehingga.kita harus bisa cari hiburan.alternatif.lainnya gaes
  • Karena semua penumpang.pada cari hiburan seperti denger musik akhirnya suasana gerbong berubah.seperti pasar malam gaes … Hingar bingar.., harusnya mereka kalo dengerin musik pake headset dunk biar gak ganggu uang lainnya.

Itu saja.gaes.sedikit catatan buat kita agar.kita bisa.lebih.bijak.lagi saat menggunakan transportasi publik seperti kereta api, selebihnya KA Malioboro Ekspres Eksekutif sudah bagus pelayanannya. Bravo KAI

TAMAN BACA RW 03 SUKUN

Belajar tidak mengenal waktu, kapanpun, dimanapun dengan media apapun kita bisa belajar tentang segala hal yang kita inginkan apalagi di era internet seperti saat ini dimana kita lebih dimudahkan mengakses segala informasi melalui internet.

Belajar dalam tataran ini bukan semata belajar supaya masyarakat melek huruf tetapi dalam arti yang lebih luas lagi agar masyarakat melek informasi sebab dengan menguasai informasi maka masyarakat semakin pandai dan semakin mengerti tentang hak dan kewajiban nya.

Salah satu tempat yang tepat untuk belajar adalah Taman Baca Masyarakat (TBM) dimana masyarakat bisa memanfaatkan TMB tanpa prosedur yang berbelit dan sangat murah.

Menurut Sutarno NS (2008: 129) Taman Bacaan Masyarakat adalah tempat yang sengaja di buat pemerintah, perorangan atau swakelola dan swadaya masyarakat untuk menyediakan bahan bacaan dan menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang berada di sekitar Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Dengan semakin terbukanya masyarakat mengakses segala informasi maka semakin rawan pula pengaruh internet bagi anak anak yang bisa dengan mudah mengakses konten konten yang tidak sesuai dengan pemikiran anak anak yang berakibat negatif bagi anak. Kewajiban orang tua untuk melindungi anaknya dari pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh internet sebab anak adalah aset kita yang tak ternilai harganya.

wajahanak anak yang ceria
wajah anak anak yang ceria

 

Anak anak adalah aset bangsa
Anak anak adalah aset bangsa

 

Belajar tak mengenal tempat
Belajar tak mengenal tempat

 

Penataan Taman Baca
Penataan Taman Baca

Terinspirasi dari hal diatas maka di RW 03 Sukun didirikan Taman Baca RW 03 pada tahun 2013 dimana koleksi bukunya saat itu masih berjumlah sekitar 200 judul buku terdiri dari beberapa jenis buku seperti buku cerita, sejarah, ilmu pengetahuan dan yang paling banyak adalah buku mata pelajaran sekolah, harap maklum karena buku buku tersebut berasal dari sumbangan masyarakat dan beberapa lembaga seperti Yayasan Sadar Hati Malang, Malang Corruption Watch (MCW) dan lainnya. Setiap hari banyak anak anak yang memanfaatkan taman baca ini untuk belajar maupun untuk sekedar membaca buku cerita yang mereka sukai, tidak hanya itu, kegiatan Taman Baca RW 03 juga mengajak anak anak mengunjungi tempat tempat yang dibutuhkan oleh anak seperti Alun alun kota Malang sebagai tempat bermain anak.

Bermain di alun alun Malang
Bermain di alun alun Malang

 

riang dan polosnya anak anak
riang dan polosnya anak anak

 

selalu riang gembira
selalu riang gembira

 

selfie dulu
selfie dulu

Saat ini koleksi bukunya sudah mencapai angka 700 judul buku, sementara yang masih kurang adalah buku buku tentang lingkungan hidup yang berisi tentang tanaman toga dan khasiatnya, cara bercocok tanam dan lainnya yang bisa menunjang program lingkungan RW 03 yang sampai hari ini merupakan salah satu wilayah yang berpredikat sebagai kampung hijau yang bersih, sehat dan asri di kota Malang.

Dan akhirnya tepat pada hari Minggu tanggal 20 Nopember 2016 diadakan launcing Taman Baca RW 03 Sukun yang diprakarsai oleh Malang Corruption Watch (MCW) Pukul: 08.00-12.00 dengan Rangkaian acara:
1. Lomba mewarnai
2. Launching taman baca RW 3 Kelurahan Sukun
3. Pos Pengaduan Layanan Publik

Kegiatan ini berlangsung sangat semarak karena warga begitu antusias dengan kegiatan yang sangat positif bagi perkembangan anak anak mereka disamping juga banyak door prize yang dibagikan.

MCW sendiri berharap dengan pemanfaatan taman baca secara maksimal diharapkan masyarakat di wilayah RW 03 Sukun semakin mengerti peran serta nya  dalam pembangunan yaitu masyarakat ikut mengawasi program pembangunan dengan harapan agar pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan dan tidak ada penyimpangan, juga peran aktif masyarakat untuk berani melaporkan penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum pemerintah khususnya di pelayanan publik yang nantinya akan ditabulasi oleh MCW sekaligus akan di advokasi.

Semoga sinergitas antara MCW dan RW 03 Sukun senantiasa sejalan dan kedepan semoga ada kegiatan lainnya yang positif bagi warga masyarakat RW 03 khususnya dan kota Malang pada umumnya.

Anak anak lomba menggambar
Anak anak lomba menggambar

 

Meriah walaupun sederhana
Meriah walaupun sederhana

 

Sabar dan telaten membimbing anak anak
Sabar dan telaten membimbing anak anak

 

Terimaksih MCW
Terimaksih MCW

 

Semangat
Semangat

 

Lucunya anak anak
Lucunya anak anak

SEJARAH KAMPUNG BARU SUKUN

Menurut cerita dari beberapa sesepuh kampung bahwa wilayah RW 03 dahulu kala adalah wilayah yang dipenuhi semak belukar dan pertama kali dihuni sekitar tahun 1949, pada waktu itu jika ada bangunan yang berdiri maka oleh pegawai kotapradja (sekarang Satpol PP) bangunan tersebut dirobohkan, setelah bertukarnya antara RSU dengan RST maka akhirnya ada semacam ijin yang tidak tertulis bahwa wilayah ini boleh dihuni khusus untuk anggota TNI dan pegawai rumah sakit Soepraoen yang pada waktu itu banyak pegawainya berasal dari luar kota. Waktu terus berjalan hingga lambat laun jumlah penduduk semakin bertambah hingga terbentuk suatu perkampungan yang dinamakan Kampung Baru yang secara administratif ikut wilayah kelurahan Kasin kecamatan Klojen.

Setelah terbentuk susunan kepengurusan RK (Rukun Kampung, sekarang RW) maka program pembangunan wilayah Kampung Baru mulai berjalan dari pengaturan bangunan rumah yang diatur sedemikian hingga letak rumah satu dengan lainnya tidak berhimpitan dan sejajar ruas jalan sehingga terkesan tertib dan rapi, dilanjutkan dengan penataan jalan kampung yang ditengahnya dipasang batu kali, pembangunan masjid, pembuatan selokan, kerja bakti pemasangan batu (makadam) dijalan sebelah barat bekas rel lori milik PG Kebon Agung dan lain sebagainya. Peraturan kampung pun dibuat walaupun secara lisan dengan harapan warga  mematuhinya seperti aturan dilarang naik kendaraan dalam kampung, tamu wajib lapor, bangunan teras rumah tidak boleh menjorok melebihi as jalan dan lain sebagainya yang intinya adalah bertujuan untuk menciptakan kerukunan, ketentraman dan kenyamanan warga.

Peletakan batu pertama tanda dimulainya pemasangan batu (makadam) disepanjang jalan lori
Peletakan batu pertama tanda dimulainya pemasangan batu (makadam) disepanjang jalan lori

 

Selalu semangat mendampingi warga
Selalu semangat mendampingi warga

 

Suasana sekitar gang 2C sebelah barat
Suasana sekitar gang 2C sebelah barat

 

Cikal bakal Masjid Mutaqien RW03
Cikal bakal Masjid Mutaqien RW03

 

Peletakan batu pertama tanda dimulainya pemasangan batu (makadam) disepanjang jalan lori
Peletakan batu pertama tanda dimulainya pemasangan batu (makadam) disepanjang jalan lori

Seiring berjalannya waktu perkembangan penduduk di Kampung Baru senantiasa bertambah dari waktu ke waktu dan sejalan dengan itu program pembangunan terus berjalan tanpa henti walaupun pergantian pengurus kampung harus berganti.

Pada masa itu sudah banyak prestasi yang telah diraih oleh RW 03 baik tingkat kelurahan, kecamatan maupun tingkat kota Malang, seiring dengan itu pembangunan pun juga berjalan dengan pesat seperti pengecoran jalan kampung, pembangunan selokan, pembangunan balai RW dan lain sebagainya.

Peninjauan hasil pengaspalan jalan bekas lori sebelah barat
Peninjauan hasil pengaspalan jalan bekas lori sebelah barat

 

Pembangunan peningkatan jalan kampung dari batu kali ke pengecoran
Pembangunan peningkatan jalan kampung dari batu kali ke pengecoran

 

Peninjauan hasil pengaspalan jalan bekas lori sebelah barat
Peninjauan hasil pengaspalan jalan bekas lori sebelah barat

 

Sedari dulu Kampung Baru selalu aktif mengikuti lomba lingkungan
Sedari dulu Kampung Baru selalu aktif mengikuti lomba lingkungan

 

Pembangunan peningkatan jalan kampung dari batu kali
Pembangunan peningkatan jalan kampung dari batu kali

Prestasi dan pembangunan kampung merupakan tradisi yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh pengurus RW dengan dukungan segenap warga.

 

Gotong Royong Membersihkan Sungai

Sungai memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, bila masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan sungai maka akan terjadi musibah banjir yang sangat merugikan masyarakat itu sendiri.  Ada 10 fungsi sungai yang harus kita ketahui yaitu :

  • Penampung air
  • Mengalirkan air ke hilir
  • Pembangkit listrik
  • Pusat ekosistem
  • Sumber nafkah
  • Sumber bahan konsumsi
  • Sarana rekreasi
  • Tempat relaksasi/ terapi
  • Sarana kegiatan sehari hari
  • Mencegah banjir

Jika kita menyadari fungsi dari sungai maka kita juga akan mengerti dampak yang akan ditimbulkan bila kita tidak peduli dengan sungai.

Di wilayah RW 03 kelurahan Sukun kecamatan Sukun kota Malang juga dialiri sungai kecil persis di tengah kampung yang sementara ini dimanfaatkan warga hanya sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga, dalam arti warga belum memanfaatkan sungai dengan maksimal sebagai sumber nafkah atau yang lainnya.

Tetapi warga sangat menyadari bahaya yang ditimbulkan  bila sungai tidak terawat, untuk itu salah satu program kerja RW03 adalah Pengerukan Sungai. Bukan tanpa sebab bila hal itu diprogramkan karena kedalaman sungai saat ini tinggal 50cm yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari 1 mtr karena penumpukan pasir dan benda benda padat lainnya kiriman dari hulu sungai.

Melalui beberapa rapat RW yang melibatkan seluruh ketua RT, tokoh masyarakat, PKK, Kader lingkungan, Karang Taruna dan tokoh masyarakat akhirnya diputuskan teknis dan sumber dana yang dibutuhkan untuk pengerukan sungai. Teknis pengerukan dilakukan secara bersamaan di 10 titik disepanjang sungai dan untuk pembiayaan akan dilakukan secara swadaya yang akan ditanggung oleh seluruh warga dengan besaran yang berbeda antara rumah yang berada dipinggir sungai dengan rumah yang jauh dari sungai.

Sesuai hasil rapat maka tepat jam 8.00 wib pagi tanggal 28 Februari 2016 kegiatan pengerukan sungai dilaksanakan dengan melibatkan hampir 200 orang yang bekerja bakti di sepanjang sungai alhasil tepat jam 15.00 wib kegiatan pengerukan sungai selesai dengan hasil 5 truk pasir sungai berhasil diangkat dari dalam sungai.

Pengerukan sungai ini merupakan salah satu gerakan awal untuk memupuk rasa gotong royong dan kebersamaan warga agar warga RW03 senantiasa saling membantu dan bekerja sama di setiap kegiatan dalam rangka memajukan wilayahnya.

 

Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (RW 03 Kampung PLPBK Mandiri)

Tulisan saya kali ini menyambung apa yang sudah saya tulis di blog satunya yang tidak bisa diakses lagi ( http//:gatotabe@wordpress.com ) tentang lingkungan yang hijau, bersih, asri dan sehat dimana setiap individunya senantiasa menjaga lingkungan demi mendapat kenyamanan hidup.

Interaksi antara warga satu dengan lainnya juga antara warga dengan lingkungannya senantiasa terjaga dan sangat harmonis sebab warga sadar akan betapa pentingnya menjaga lingkungan demi untuk kehidupan anak cucu mereka di masa mendatang.

Salah satu contoh adalah RW 03 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang, walaupun telah meraih prestasi juara lomba Clean And Green City antar RW se kota Malang tahun 2012 tapi sampai hari ini warganya tetap semangat menjaga dan merawat lingkungannya tetap hijau dan asri dalam suasana kerukunan dan kebersamaan warganya.

Disisi lain para pengurus kampung selalu bersikap terbuka terhadap warganya mengenai segala hal yang berhubungan dengan pembangunan lingkungan, warga selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Tidak hanya sampai disitu, warga juga dilibatkan dalam perencanan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan lingkungan sehingga pembangunan berjalan sesuai program dan hasilnya adalah apa yang bisa kita lihat di RW 03 Sukun hari ini. Ini adalah salah satu contoh kampung PLPBK (Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas) Mandiri di kota Malang

Jikalau boleh kita membandingkan antara pemerintah kota Malang dengan RW 03 maka akan kita temukan perbedaan mendasar khususnya masalah kebijakan pemkot Malang dalam hal penataan lingkungan yang “tidak melibatkan” warganya sehingga penataan lingkungan terkesan hanya pembangunan titipan dari lembaga yang membiayainya. Proses pembelajaran masyarakat tentang pemberdayaan dan keterbukaan senantiasa diabaikan sehingga penataan lingkungan di kota Malang tidak menyentuh akar masalah yang sebenarnya terjadi sehingga hasil pembangunan tidak bisa memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Arah pembangunan kota Malang saat ini adalah pengembangan potensi daerah yang berwawasan lingkungan yang berkesinambungan, adil dan ekonomis yang bertujuan menjadikan kota Malang sebagai destinasi wisata, hal ini tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2013 – 2018, dimana peran serta masyarakat menjadi sangat penting karena dilibatkan dalam perencanaan pembangunan wilayahnya. Tapi ada beberapa kebijakan pemerintah kota Malang yang kurang tepat yang tidak sesuai dengan RPJPD seperti dibukanya kran perijinan usaha di kawasan yang sebenarnya diperuntukan sebagai kawasan hunian sehingga alih fungsi tersebut dapat  mengganggu keindahan, kenyamanan dan keseimbangan ekosistem wilayah tersebut.

Dengan demikian jangan heran apabila kota Malang masih belum bisa menjadi kota yang bebas banjir dan bebas kumuh sebab banyak kebijakan pemkot Malang yang tidak berpihak kepada lingkungan, disisi lain pemberdayaan masyarakat agar masyarakat terlibat yang akhirnya tumbuh rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya hampir tidak pernah dilaksanakan oleh pemkot Malang, akibatnya masyarakat bersikap masa bodoh terhadap lingkungan sekitar sehingga kita sering melihat masyarakat dengan santainya buang sampah di sungai, banyak kampung yang gersang dan kumuh.

Semoga kedepan pemkot Malang lebih fokus dan lebih serius lagi melaksanakan pembangunan sesuai dengan isi RPJMD kota Malang.