Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (RW 03 Kampung PLPBK Mandiri)

Tulisan saya kali ini menyambung apa yang sudah saya tulis di blog satunya yang tidak bisa diakses lagi ( http//:gatotabe@wordpress.com ) tentang lingkungan yang hijau, bersih, asri dan sehat dimana setiap individunya senantiasa menjaga lingkungan demi mendapat kenyamanan hidup.

Interaksi antara warga satu dengan lainnya juga antara warga dengan lingkungannya senantiasa terjaga dan sangat harmonis sebab warga sadar akan betapa pentingnya menjaga lingkungan demi untuk kehidupan anak cucu mereka di masa mendatang.

Salah satu contoh adalah RW 03 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang, walaupun telah meraih prestasi juara lomba Clean And Green City antar RW se kota Malang tahun 2012 tapi sampai hari ini warganya tetap semangat menjaga dan merawat lingkungannya tetap hijau dan asri dalam suasana kerukunan dan kebersamaan warganya.

Disisi lain para pengurus kampung selalu bersikap terbuka terhadap warganya mengenai segala hal yang berhubungan dengan pembangunan lingkungan, warga selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Tidak hanya sampai disitu, warga juga dilibatkan dalam perencanan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan lingkungan sehingga pembangunan berjalan sesuai program dan hasilnya adalah apa yang bisa kita lihat di RW 03 Sukun hari ini. Ini adalah salah satu contoh kampung PLPBK (Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas) Mandiri di kota Malang

Jikalau boleh kita membandingkan antara pemerintah kota Malang dengan RW 03 maka akan kita temukan perbedaan mendasar khususnya masalah kebijakan pemkot Malang dalam hal penataan lingkungan yang “tidak melibatkan” warganya sehingga penataan lingkungan terkesan hanya pembangunan titipan dari lembaga yang membiayainya. Proses pembelajaran masyarakat tentang pemberdayaan dan keterbukaan senantiasa diabaikan sehingga penataan lingkungan di kota Malang tidak menyentuh akar masalah yang sebenarnya terjadi sehingga hasil pembangunan tidak bisa memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

Arah pembangunan kota Malang saat ini adalah pengembangan potensi daerah yang berwawasan lingkungan yang berkesinambungan, adil dan ekonomis yang bertujuan menjadikan kota Malang sebagai destinasi wisata, hal ini tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2013 – 2018, dimana peran serta masyarakat menjadi sangat penting karena dilibatkan dalam perencanaan pembangunan wilayahnya. Tapi ada beberapa kebijakan pemerintah kota Malang yang kurang tepat yang tidak sesuai dengan RPJPD seperti dibukanya kran perijinan usaha di kawasan yang sebenarnya diperuntukan sebagai kawasan hunian sehingga alih fungsi tersebut dapat  mengganggu keindahan, kenyamanan dan keseimbangan ekosistem wilayah tersebut.

Dengan demikian jangan heran apabila kota Malang masih belum bisa menjadi kota yang bebas banjir dan bebas kumuh sebab banyak kebijakan pemkot Malang yang tidak berpihak kepada lingkungan, disisi lain pemberdayaan masyarakat agar masyarakat terlibat yang akhirnya tumbuh rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya hampir tidak pernah dilaksanakan oleh pemkot Malang, akibatnya masyarakat bersikap masa bodoh terhadap lingkungan sekitar sehingga kita sering melihat masyarakat dengan santainya buang sampah di sungai, banyak kampung yang gersang dan kumuh.

Semoga kedepan pemkot Malang lebih fokus dan lebih serius lagi melaksanakan pembangunan sesuai dengan isi RPJMD kota Malang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s